Kegiatan ini diikuti oleh relawan dari Korps Sukarela (KSR) Unit Markas PMI Kota Cilegon, KSR PMI Unit Politeknik Krakatau, KSR PMI Unit Universitas Al-Khairiyah, serta KSR PMI Unit Universitas Bina Bangsa.
Latihan menghadirkan fasilitator dari Basarnas Banten yang memberikan pembekalan dan praktik mengenai teknik penyelamatan di air (water rescue), keselamatan penolong, serta prosedur penanganan kondisi darurat di lingkungan perairan. Kegiatan terbagi dalam dua rangkaian Materi dan pembekalan dilaksanakan di Aula Markas PMI Kota Cilegon, sedangkan praktik dan simulasi dilaksanakan di Asia Sport Center Cilegon. Peserta diberikan kesempatan mempraktikkan secara langsung teknik-teknik penyelamatan yang telah dipelajari.
Sekretaris PMI Kota Cilegon, Ujang Samsul, didampingi Divisi Relawan, Alim, menyampaikan bahwa latihan gabungan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas relawan, khususnya dalam menghadapi situasi kedaruratan yang membutuhkan keterampilan khusus.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang bagaimana kita melakukan penyelamatan di air, tetapi juga bagaimana memastikan keselamatan penolong, membangun koordinasi dan kerja sama tim, serta meningkatkan kesiapan relawan ketika berada di lapangan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat terus dilatih dan diterapkan dalam pelayanan kemanusiaan,” ujar Ujang Samsul.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unit KSR dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antarrelawan menjadi kekuatan penting dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan PMI.
Sementara itu, Eka Aprihanto, perwakilan peserta dari KSR PMI Unit Markas PMI Kota Cilegon, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi para relawan, khususnya dalam menghadapi situasi penyelamatan di air.
“Latihan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai relawan. Selain mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dari fasilitator Basarnas Banten, kami juga bisa mempraktikkan langsung teknik water rescue. Harapannya, kemampuan yang kami dapatkan hari ini dapat terus dilatih dan menjadi bekal ketika memberikan pertolongan di lapangan,” ujar Eka.
Ia juga mengapresiasi kesempatan untuk berlatih bersama relawan dari berbagai unit KSR. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kekompakan, komunikasi, dan kerja sama antarrelawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari sinergi yang telah lama terjalin antara PMI Kota Cilegon dan Basarnas Banten.
Hubungan kerja sama kedua lembaga diperkuat melalui Memorandum of Understanding (MoU), sehingga berbagai kegiatan PMI dan Basarnas dapat dilaksanakan secara sinergis sesuai dengan tugas dan kapasitas masing-masing.
Sinergi tersebut tidak hanya diwujudkan dalam penanganan kedaruratan, tetapi juga melalui kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman (sharing), pelatihan, simulasi, serta peningkatan kapasitas relawan. Latihan Gabungan Water Rescue menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut, dengan Basarnas Banten berbagi kompetensi dan pengalaman kepada para relawan PMI.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, PMI Kota Cilegon berharap kapasitas relawan semakin meningkat sehingga mampu memberikan pertolongan secara cepat, tepat, aman, dan profesional ketika masyarakat membutuhkan, khususnya dalam menghadapi kondisi kedaruratan di wilayah perairan.jelasnya.***



0 Komentar