Kegiatan kemanusiaan ini terlaksana melalui kolaborasi antara PMI Kota Cilegon, Apoteker Tanggap Bencana (ATB) Banten, dan Komunitas Urang Banten. Selain menyalurkan bantuan air bersih, masyarakat juga mendapatkan edukasi kesehatan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, sanitasi lingkungan, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah musim kemarau.
Sebanyak 4.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga Lingkungan Gunung Batur I dan 4.000 liter lainnya kepada warga Lingkungan Gunung Batur II. Selain itu, bantuan sebanyak 8.000 liter air bersih dari PDAM turut didistribusikan oleh Pemerintah Kelurahan Mekarsari kepada masyarakat di Lingkungan Gunung Batur I & II.
Ketua PMI Kota Cilegon, H. Abdul Hakim Lubis, mengatakan bahwa kolaborasi lintas organisasi menjadi kunci dalam memperluas manfaat pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
"PMI tidak dapat bekerja sendiri. Penanganan dampak kekeringan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Kami mengapresiasi ATB Banten, Komunitas Urang Banten, Pemerintah Kelurahan Mekarsari, dan PDAM yang telah bersama-sama menghadirkan bantuan air bersih sekaligus edukasi kesehatan. Semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.
Ketua ATB Banten, Apt. Zulhijrah Syamsuddin, menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih harus diiringi dengan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan.
"Air bersih merupakan kebutuhan dasar, namun edukasi kesehatan juga tidak kalah penting. Melalui kegiatan ini kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan diri, menggunakan air secara bijak, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar risiko penyakit selama musim kemarau dapat diminimalkan," katanya.
Sementara itu, Perwakilan Komunitas Urang Banten, dr. Ade Mirza, menyampaikan bahwa kolaborasi kemanusiaan menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
"Kami percaya bahwa semangat gotong royong adalah kekuatan terbesar dalam membantu masyarakat. Kolaborasi bersama PMI Kota Cilegon dan ATB Banten diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan air bersih saat ini, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan," ungkapnya.
Melalui sinergi antara organisasi kemanusiaan, tenaga kesehatan, komunitas, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya, PMI Kota Cilegon berharap upaya penanganan dampak kekeringan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih sekaligus edukasi kesehatan yang bermanfaat. terangnya.***


0 Komentar